IKLAN

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pidato lengkap, Gubernur NTT pada Perayaan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI

Avatar photo
IMG 20250816 WA0015

Persatuan adalah benang merah yang merajut tujuh belas ribu lebih pulau, ratusan bahasa, ribuan suku bangsa, serta beragam budaya, adat istiadat, aliran kepercayaan, dan agama dalam satu rumah besar bernama Indonesia. Sejarah perjuangan melawan kolonialisme dan imperialisme mengajarkan bahwa persatuan dan kesatuan merupakan kekuatan pendorong utama yang menghantarkan bangsa ini menuju gerbang kemerdekaan.

1 2

Advertisement
Ingin Punya Website?  Klik Disini!!!

Ratusan tahun dijajah dan berada dalam belenggu kekuasaan bangsa lain melalui politik devide et impera, telah menyadarkan para pendiri bangsa bahwa hanya persatuan-lah yang dapat menjadi tombak utama untuk mengusir penjajah. Sebagaimana ditegaskan Proklamator dan Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno, dalam pidatonya pada Sidang BPUPKI 1 Juni 1945, “Persatuan Indonesia adalah dasar yang akan menghantarkan kita pada terwujudnya cita-cita kemerdekaan dan kejayaan bangsa.”

Merajut persatuan dan kesatuan sebagai bangsa yang merdeka di tengah keberagaman bukanlah perkara mudah. Namun, empat pilar kebangsaan — Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI — telah menjadi perekat yang mampu mengokohkan persatuan sebagai fondasi utama membangun negara yang kuat dan berdaulat. Kedaulatan sejati bukan hanya memiliki wilayah teritorial, kekuatan militer yang tangguh, atau ekonomi yang kuat, melainkan ketika rakyat bersatu padu, memiliki rasa kebersamaan, dan bergotong royong untuk kemajuan bersama.

Baca Juga :  Cerita Hendropriyono; Hercules Bukan Preman Biasa, Ini Peran Besarnya Saat Perang Timor Timur