Kita tidak tinggal diam. Pemerintah Provinsi terus mempromosikan NTT ke dunia, membenahi sarana prasarana di enam kabupaten, meningkatkan kualitas destinasi, dan memfasilitasi pemasaran wisata ke berbagai pasar, dalam dan luar negeri.
Kita juga mengembangkan sport tourism — wisata olahraga yang memadukan adrenalin dan keindahan alam. Tahun ini, dunia akan menyaksikan Tour de EnTeTe. Ini bukan sekadar balap sepeda, melainkan panggung persaudaraan, promosi budaya, dan kebangkitan ekonomi kreatif.
Prestasi pun hadir dari desa-desa kita. Dua desa wisata, Tiworiwu di Ngada dan Fatumnasi di TTS, masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024. Tahun ini, empat desa kita masuk 15 besar nasional di kategori desa tertinggal — bukti bahwa desa kita pun bisa bersaing di panggung nasional.
Saudara-saudara,
Kekuatan pariwisata kita juga berpadu dengan ekonomi kreatif. Dari kuliner, kriya, hingga fesyen, kita punya 10.803 pelaku ekonomi kreatif yang memberi nilai tambah hampir Rp1 triliun pada PDRB kita. Lewat Perda Nomor 4 Tahun 2023, kita lindungi, kembangkan, dan beri hak kekayaan intelektual pada karya-karya anak NTT. Target kita jelas: tambah 100 produk ekonomi kreatif ber-HKI tahun ini.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












