file_0000000045ac81fab54dfe29d6d4bbe8
previous arrow
next arrow

Pidato lengkap, Gubernur NTT pada Perayaan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI

Avatar photo
IMG 20250816 WA0015

Dalam menjaga kesehatan dan kualitas ternak, pemerintah menjalankan langkah preventif dan kuratif yaitu:

● Pengendalian ASF (African Swine Fever) sejak 2020 melalui Instruksi Gubernur No. 01/Disnak/2021, yang membatasi pemasukan dan pengeluaran ternak babi serta produk olahannya.

Deteksi virus dilakukan dengan 3 unit alat LAMP di Pulau Timor, Flores, dan Sumba. Kapasitas petugas puskeswan dan laboratorium juga terus ditingkatkan.

● Pengendalian PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) sesuai Instruksi Gubernur No. 1/2024, termasuk bantuan vitamin Biodin (100 botol x 100 ml) ke 22 kabupaten/kota.

Hingga saat ini, tercatat 24.704 ekor babi terinfeksi ASF. Untuk menekan penyebaran, pemerintah:

1. Meningkatkan biosecurity dengan penyemprotan disinfektan kandang.

2. Melakukan sosialisasi rutin.

3. Memantau perkembangan vaksin ASF yang masih dalam tahap uji coba.

4. Menggandeng mitra strategis seperti Balai Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan, AIHSP, dan PRISMA untuk memperkuat regulasi lalu lintas ternak antar-kabupaten.

Baca Juga :  Sumbang Saran PSJK-UCB Kepada Calon Kepala Daerah Kota Kupang Soal Kebijakan & Program Pembangunan Infrastruktur