file_0000000045ac81fab54dfe29d6d4bbe8
previous arrow
next arrow

SMA Katolik Sint Carolus Penfui Kupang latih nalar dan mental, serta siapkan masa depan siswa lewat Ujian Karya Tulis Ilmiah 

Avatar photo
IMG20260415110517
oplus_1056

“Siswa harus menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memiliki sikap minimal baik, dan memenuhi standar nilai yang ditetapkan,” tegasnya.

Di tengah kemajuan teknologi, sekolah juga menghadapi tantangan baru yakni menjaga keaslian karya siswa.

“Kami tekankan kepada guru pembimbing agar benar-benar memastikan ini adalah hasil pemikiran siswa sendiri, bukan sekadar copy-paste atau bantuan AI,” ungkapnya.

Menurutnya, meski sederhana, keaslian gagasan jauh lebih penting dibandingkan hasil yang tampak sempurna.

IMG20260415105416

Pengalaman Siswa: KTI Menantang tapi Membentuk

Salah satu peserta ujian , Argo, mengaku senang dengan metode ujian berbasis karya tulis ilmiah.

Ia mengangkat topik dampak kebiasaan begadang terhadap kebugaran jasmani siswa. Tema tersebut katanya dekat dengan realitas kehidupan pelajar.

“Saya lihat banyak teman sering begadang, jadi saya tertarik meneliti dampaknya,” ujarnya.

Argo mengusulkan solusi sederhana, seperti mengurangi penggunaan media sosial dan gadget, serta meningkatkan peran sekolah dan orang tua dalam memberikan edukasi.

Baca Juga :  Jane Natalia Suryanto Luncurkan Sekolah Politik dan Pemberdayaan di NTT