“Siswa harus menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memiliki sikap minimal baik, dan memenuhi standar nilai yang ditetapkan,” tegasnya.
Di tengah kemajuan teknologi, sekolah juga menghadapi tantangan baru yakni menjaga keaslian karya siswa.
“Kami tekankan kepada guru pembimbing agar benar-benar memastikan ini adalah hasil pemikiran siswa sendiri, bukan sekadar copy-paste atau bantuan AI,” ungkapnya.
Menurutnya, meski sederhana, keaslian gagasan jauh lebih penting dibandingkan hasil yang tampak sempurna.
Pengalaman Siswa: KTI Menantang tapi Membentuk
Salah satu peserta ujian , Argo, mengaku senang dengan metode ujian berbasis karya tulis ilmiah.
Ia mengangkat topik dampak kebiasaan begadang terhadap kebugaran jasmani siswa. Tema tersebut katanya dekat dengan realitas kehidupan pelajar.
“Saya lihat banyak teman sering begadang, jadi saya tertarik meneliti dampaknya,” ujarnya.
Argo mengusulkan solusi sederhana, seperti mengurangi penggunaan media sosial dan gadget, serta meningkatkan peran sekolah dan orang tua dalam memberikan edukasi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












