Meski menghadapi keterbatasan fasilitas, ia mengakui harus meminjam laptop temannya. Ia tetap mampu menyelesaikan karyanya dalam waktu lebih dari tiga bulan.
“Ujian ini membantu saya lebih siap untuk kuliah, terutama dalam menulis dan berbicara di depan umum,” katanya.
Peserta ujian lainnya, Sonia, memilih tema yang tak kalah menarik yakni pemanfaatan limbah kotoran ternak babi menjadi biogas untuk kebutuhan rumah tangga.
Ia mengaku terinspirasi dari kondisi di sekitarnya, di mana limbah ternak sering terbuang percuma.
“Padahal bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Saya bahkan sudah coba di rumah,” ungkapnya.
Bagi Sonia, ujian ini bukan hanya soal nilai, tetapi juga pengalaman berharga dalam membangun kepercayaan diri.
“Ini melatih mental saya untuk tampil dan mempertanggungjawabkan hasil kerja sendiri,” katanya.
Baik Argo maupun Sonia sepakat bahwa ujian akhir Sekolah dengan metode KTI ini lebih bermakna dibandingkan ujian tertulis biasa.
“Kalau kita pilih judul yang kita pahami, kita tidak akan kesulitan saat presentasi,” pesan Argo kepada adik kelasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












