IKLAN

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

SMA Katolik Sint Carolus Penfui Kupang latih nalar dan mental, serta siapkan masa depan siswa lewat Ujian Karya Tulis Ilmiah 

Avatar photo
IMG20260415110517
oplus_1056

“Ada yang kajian pustaka, ada yang observasi, bahkan ada yang praktik langsung. Kami ingin mereka mendalami satu bagian kecil ilmu secara lebih serius,” ujar mantan Kepala Sekolah SMA Seminari Menengah St.Rafael Kupang ini.

Menurutnya, proses penyusunan karya tulis ilmiah dilakukan selama dua hingga tiga bulan, dengan pendampingan langsung dari guru kelas XII. Setiap guru membimbing tiga hingga empat siswa.

Advertisement
Ingin Punya Website?  Klik Disini!!!

Hasilnya kemudian diuji dalam forum presentasi, yang menurut pihak sekolah menjadi simulasi awal kehidupan akademik di perguruan tinggi.

“Di kampus nanti mereka akan bertemu skripsi, seminar, bahkan profesor. Di sini mereka mulai dari dasar, dengan kemampuan sederhana, tapi terarah,” jelasnya.

Romo Sintus mengatakan penilaian KTI dilakukan secara komprehensif dengan bobot: sistematika penulisan (15%),

kualitas gagasan (25%), data dan sumber (15%), analisis dan kesimpulan (25%), serta presentasi (20%).

Nilai KTI berkontribusi 40% terhadap kelulusan, sementara 60% berasal dari nilai akademik selama tiga tahun. Namun demikian, KTI bukan satu-satunya penentu kelulusan.

Baca Juga :  Kakanwil Kemenag NTT Lantik Pejabat Administrator, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik