Sementara itu, penanggulangan rabies menjadi perhatian serius. Hingga Agustus 2025, tercatat 16.939 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR), dengan korban jiwa 20 orang di TTU, Malaka, TTS, Sikka, Nagekeo, Lembata, dan Ngada. Pemerintah terus mendistribusikan vaksin dan serum anti rabies ke seluruh rabies center di NTT, melatih petugas kesehatan dalam penanganan sesuai protokol, serta melakukan edukasi masyarakat agar waspada dan memahami langkah penanganan gigitan hewan penular rabies.
Kedua, Bidang Pendidikan dan Kebudayaan. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat peningkatan dalam akses pendidikan menengah. Angka Partisipasi Kasar (APK) naik dari 88,66 pada tahun 2023 menjadi 89,20 pada tahun 2024, sementara Angka Partisipasi Murni (APM) meningkat dari 58,15 menjadi 60,73. Rata-rata lama sekolah juga mengalami kenaikan, meski perlahan, dari 8,01 menjadi 8,02 tahun.
Dari sisi pembangunan fisik, sejak tahun 2023 hingga 2025 telah dibangun 64 sekolah baru — terdiri dari 36 sekolah pada 2023, 18 sekolah pada 2024, dan 10 sekolah pada 2025. Dengan penambahan ini, jumlah total sekolah menengah di NTT mencapai 1.033 unit, yang terdiri dari 624 SMA, 360 SMK, dan 49 SLB.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
