Dalam menjaga kesehatan dan kualitas ternak, pemerintah menjalankan langkah preventif dan kuratif yaitu:
● Pengendalian ASF (African Swine Fever) sejak 2020 melalui Instruksi Gubernur No. 01/Disnak/2021, yang membatasi pemasukan dan pengeluaran ternak babi serta produk olahannya.
Deteksi virus dilakukan dengan 3 unit alat LAMP di Pulau Timor, Flores, dan Sumba. Kapasitas petugas puskeswan dan laboratorium juga terus ditingkatkan.
● Pengendalian PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) sesuai Instruksi Gubernur No. 1/2024, termasuk bantuan vitamin Biodin (100 botol x 100 ml) ke 22 kabupaten/kota.
Hingga saat ini, tercatat 24.704 ekor babi terinfeksi ASF. Untuk menekan penyebaran, pemerintah:
1. Meningkatkan biosecurity dengan penyemprotan disinfektan kandang.
2. Melakukan sosialisasi rutin.
3. Memantau perkembangan vaksin ASF yang masih dalam tahap uji coba.
4. Menggandeng mitra strategis seperti Balai Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan, AIHSP, dan PRISMA untuk memperkuat regulasi lalu lintas ternak antar-kabupaten.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
