Ia menjelaskan bahwa pada tahun anggaran 2025, penanganan yang dilakukan di 19 bendungan yang ada di NTT masih berupa operasi rutin dan pemeliharaan rutin.
“Tahun ini, konsentrasi kami adalah pada seluruh 19 bendungan yang ada. Penanganannya meliputi pembersihan bendungan secara rutin. Namun, untuk kegiatan pemeliharaan berkala, seperti penanganan longsoran dan masalah lainnya, belum dapat dilakukan tahun ini, meskipun kondisi di lapangan menunjukkan bahwa penanganan tersebut sangat dibutuhkan,” jelas Lalu.
Melalui pendekatan berbasis kegiatan dan pengawasan yang ketat, diharapkan pengelolaan sumber daya air di NTT dapat berjalan lebih efektif dan efisien.( Tom)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












