Meskipun tidak ada anggaran pemeliharaan berkala tahun ini, bukan berarti pihaknya lepas tangan. Pihaknya akan mengalihkan sebagian kegiatan pemeliharaan rutin ke area yang membutuhkan penanganan lebih intensif untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.
Mantan Kasatker Air Baku dan Air Tanah (ATAB) BBWS NT II ini menambahkan akan mengusulkan anggaran pemeliharaan berkala sesuai dengan posnya masing-masing dalam anggaran tahun 2026.
Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh infrastruktur yang ada di BBWS NT II dapat terpelihara dengan baik dan terjaga kualitasnya,” tambahnya.
Ia menjelaskan pada tahun 2025, Satker OP SDA NT II mendapatkan alokasi dana sebesar Rp100 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk membayar gaji bagi 184 tenaga operasional yang bertugas di 19 bendungan yang tersebar di seluruh wilayah NTT, serta untuk kegiatan operasional dan pemeliharaan rutin.
“Anggaran Rp100 miliar ini bukan hanya untuk kegiatan fisik. Sebagian besar digunakan untuk membayar gaji 184 tenaga bendungan yang tersebar di 19 bendungan di wilayah NTT,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












