Kajati juga menyoroti beberapa sektor strategis yang menjadi fokus penanganan, di antaranya infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.
Ia menyebutkan penanganan proyek irigasi dan jalan yang bermasalah, serta penanganan perkara pembangunan Rumah Sakit Pratama Wehiku di Malaka senilai hampir Rp 45 miliar.
Di sektor pendidikan, Kejati NTT menaruh perhatian khusus pada proyek mangkrak. “Kejaksaan NTT menangani pembangunan gedung Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana senilai Rp 48,6 miliar yang mangkrak dan tengah mendorong mekanisme aset recovery serta pertanggungjawaban hukum bagi pihak yang terkait,” jelasnya.
Meski menunjukkan kinerja positif, Roh Adi Wibowo mengakui tantangan berat yang dihadapi di NTT, terutama kondisi geografis kepulauan yang kompleks seperti Rote Ndao, Lembata, dan Sabu Raijua.
“NTT adalah wilayah kepulauan yang luas dengan kondisi geografis yang kompleks. Proses penyidikan sering menghadapi hambatan transportasi dan logistik,” katanya.
Ia menegaskan, keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti. Melalui Rakor ini, ia berharap dapat memperkuat sinergi antar lembaga untuk memetakan kerawanan korupsi, memperkuat pencegahan, dan memastikan penegakan hukum yang tegas namun humanis.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











