file_0000000045ac81fab54dfe29d6d4bbe8
previous arrow
next arrow

Pelaku Ekspedisi di NTT Minta Kebijakan Khusus ODOL: Hampir 500 Kendaraan Bergantung pada Angkutan Antarpulau

Avatar photo
Pelaku ekspedisi NTT minta kebijakan khusus ODOL

“Memang ada beberapa pengguna jasa ekspedisi, terutama yang tujuan Sabu. Di sana perlengkapan penyeberangannya memiliki keterbatasan dan tidak semua kendaraan dapat dilayani,” jelasnya.

Ryan menambahkan, dari sisi BPTD, penerapan aturan ODOL harus tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku. Namun, dalam masa sosialisasi, diperlukan pemahaman yang sama antara pemerintah, operator, pelaku usaha, dan pengguna jasa.

Dorong Pengujian Kendaraan dan Pembentukan Satgas

Ryan mengatakan, salah satu hal yang dapat dipertimbangkan selama masa sosialisasi adalah menghadirkan tenaga profesional atau petugas penguji kendaraan untuk melakukan pemeriksaan secara langsung.

Dengan demikian, dapat diketahui secara objektif kondisi kendaraan, mulai dari dimensi hingga berat muatan yang sebenarnya.

“Kalau bisa selama masa sosialisasi ini ada penguji yang datang ke sini, dari tenaga-tenaga profesional. Jadi bisa diketahui dengan benar overload-nya seperti apa dan dimensinya seperti apa,” ujarnya.

Menurut Ryan, langkah tersebut penting agar penerapan aturan tidak hanya berdasarkan persepsi, tetapi berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengukuran di lapangan.

Baca Juga :  KSOP Kupang Gelar HARHUBNAS 2024: Langkah Maju Transportasi Menuju Nusantara Baru