file_0000000045ac81fab54dfe29d6d4bbe8
previous arrow
next arrow

Pelaku Ekspedisi di NTT Minta Kebijakan Khusus ODOL: Hampir 500 Kendaraan Bergantung pada Angkutan Antarpulau

Avatar photo
Pelaku ekspedisi NTT minta kebijakan khusus ODOL

Para pelaku ekspedisi berharap masa sosialisasi tersebut dapat menjadi ruang dialog antara pemerintah, operator penyeberangan, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mencari formula yang tepat.

Pelaku Ekspedisi Minta Bukan Pembiaran, tetapi Pengaturan

Tomy kembali menegaskan bahwa yang diminta para pelaku usaha bukanlah pembiaran terhadap kendaraan yang benar-benar melebihi batas secara berlebihan.

Menurutnya, diperlukan pengaturan yang dapat membedakan antara pelanggaran dimensi maupun muatan yang membahayakan keselamatan dengan kondisi kendaraan ekspedisi yang selama ini digunakan untuk mendukung distribusi barang antarpulau di NTT.

“Yang kami minta bukan kendaraan yang panjangnya berlebihan atau muatannya semaunya. Kami meminta adanya pengertian dan pengaturan terhadap kondisi kendaraan ekspedisi yang memang digunakan untuk distribusi antarpulau di NTT,” jelasnya.

Para pelaku usaha juga berharap pihak penyedia jasa penyeberangan dapat mempertimbangkan kondisi tersebut dalam penerapan kebijakan di lapangan.

Baca Juga :  Angkutan Babi Kembali Berjalan, KSOP Kupang dan ASDP Perketat Aturan Muatan, dan Stabilitas Kapal