Hal senada disampaikan Jems dari Ekspedisi Jerman. Ia menyebut jumlah kendaraan ekspedisi yang melayani distribusi barang di wilayah kepulauan NTT mencapai hampir 500 unit.
“Di kepulauan NTT ini hampir 500 kendaraan. Karena kita daerah kepulauan, seperti Lembata, Alor, Sumba, Flores, dan daerah lainnya, distribusinya menggunakan kapal,” kata Jems.
Menurut dia, aktivitas pengiriman barang ke sejumlah daerah kepulauan berlangsung secara rutin, bahkan beberapa rute dilayani hingga dua kali dalam sepekan.
“Kami setiap minggu ada pengiriman, bahkan bisa dua kali. Sementara ketersediaan kapal juga masih terbatas. Karena itu kami sangat berharap ada pengertian dan kebijakan yang bisa menyesuaikan dengan kondisi di NTT,” ujarnya.
Jems menilai penerapan aturan ODOL secara ketat perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan sistem logistik NTT.
Ia juga menyebut bahwa penerapan aturan tersebut saat ini masih dalam tahap sosialisasi dan direncanakan berlangsung dalam kurun waktu sekitar satu tahun sebelum penerapan lebih lanjut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














