IKLAN

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Hadapi Kemarau Panjang 2026, Kementerian PU Siapkan Jurus Mitigasi Terpadu

Avatar photo
1dabbc1615ed534bd73712716720a876

Hal ini diperkirakan mulai terjadi pada bulan Juli dengan intensitas lemah hingga moderat dan peluang 50-80%, sehingga musim kemarau tahun ini akan lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis di Indonesia.

Dampak kekeringan diperkirakan akan dirasakan pada berbagai sektor, antara lain penurunan debit sungai, berkurangnya volume waduk, serta cadangan air tanah pada sektor sumber daya air.

Advertisement
Ingin Punya Website?  Klik Disini!!!

Di sektor pertanian, kondisi ini berpotensi mengganggu pola tanam. Sementara pada aspek lingkungan, risiko kebakaran hutan dan lahan juga berpotensi akan meningkat, khususnya di kawasan gambut.

Sebagai langkah mitigasi, Kementerian PU menetapkan enam strategi utama, yaitu optimalisasi operasi tampungan air melalui pengaturan alokasi berbasis prioritas dan data real-time, penguatan jaringan irigasi untuk meminimalkan kehilangan air, peningkatan kesiapan sarana dan prasarana agar seluruh peralatan siap operasi.

Selanjutnya penyesuaian pola tanam sesuai ketersediaan air dan kondisi iklim, percepatan pembangunan infrastruktur sumber daya air (bendungan, irigasi, dan sumber air alternatif), serta optimalisasi fungsi seluruh bangunan air.

Baca Juga :  Bukti Nyata Sinergi Kemen PU, Pemkab Kupang dan Kajati NTT serahkan 403 Unit Rusus kepada Eks Pejuang Tim-Tim