file_0000000045ac81fab54dfe29d6d4bbe8
previous arrow
next arrow

Di FGD MPR RI-UCB Kupang, Dr. Yohanes Tuba Helan Soroti Kearifan Lokal sebagai Perekat Kebhinnekaan NTT

Avatar photo
Dr.Yohanes Tuba Helan dalam FGD yang diselenggarakan MPR RI Kerjasama dengan UCB Kupang

Salah satu contohnya adalah kebiasaan masyarakat lintas agama saling menjaga rumah ibadah ketika umat agama lain melaksanakan hari besar keagamaan.

Pemuda Islam dapat menjaga gereja ketika umat Kristiani merayakan Natal dan Paskah. Sebaliknya, pemuda Kristen dapat menjaga masjid ketika umat Islam merayakan Idul Fitri.

Menurutnya, kerja sama lintas agama juga terlihat dalam pembangunan rumah ibadah. Pembangunan masjid dapat melibatkan partisipasi umat Kristen, begitu pula pembangunan gereja dapat melibatkan umat Muslim.

Selain itu, pengembangan kampung moderasi beragama oleh desa-desa menjadi bagian dari upaya menjaga semangat persaudaraan di tengah masyarakat.

Kepercayaan tradisional tetap dihormati

Kebhinnekaan masyarakat NTT juga terlihat dalam penghormatan terhadap kepercayaan tradisional.

Yohanes menjelaskan bahwa masyarakat di pedesaan masih memiliki berbagai kepercayaan tradisional yang tetap berlaku hingga sekarang.

Di antara penganut kepercayaan yang berbeda, terdapat sikap saling menghormati dan mendukung dalam pelaksanaan berbagai upacara adat tradisional.

Baca Juga :  Soroti Pasal Pengampunan Koruptor, Firman Soebagyo: Koruptor Jangan Diberi Jalan Keluar Lewat Denda