Menurutnya, NTT terdiri atas berbagai kelompok masyarakat dengan latar belakang suku, agama, ras, etnis, bahasa dan budaya yang berbeda. Keragaman tersebut merupakan bagian dari realitas sosial masyarakat NTT sekaligus menjadi gambaran nyata penerapan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu.
Keragaman menjadi kekayaan masyarakat NTT
Dalam pemaparannya, Yohanes menjelaskan bahwa masyarakat NTT terdiri atas berbagai suku, antara lain Dawan, Tetun, Helong, Marae, Manggarai, Ngada, Ende, Lio, Sikka, Lamaholot, Kedang, Sumba, Rote, Alor, Abui dan Sabu.
Keragaman juga terlihat dari bahasa daerah, etnis, ras dan agama yang dianut masyarakat.
Ia mencatat adanya perbedaan data mengenai jumlah bahasa daerah di NTT. Menurut data Kantor Bahasa Nusa Tenggara Timur terdapat 72 bahasa daerah, sedangkan data Dinas Pendidikan Provinsi NTT menyebut 86 bahasa daerah.
Pulau Alor disebut sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan bahasa yang sangat tinggi, dengan sekitar 25 hingga 30 bahasa daerah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














