file_0000000045ac81fab54dfe29d6d4bbe8
previous arrow
next arrow

Di FGD MPR RI-UCB Kupang, Dr. Yohanes Tuba Helan Soroti Kearifan Lokal sebagai Perekat Kebhinnekaan NTT

Avatar photo
Dr.Yohanes Tuba Helan dalam FGD yang diselenggarakan MPR RI Kerjasama dengan UCB Kupang

Dengan demikian, menurutnya, perbedaan agama dan budaya bukan alasan untuk terjadinya perpecahan, melainkan dapat menjadi potensi untuk memperkuat persatuan dan kesatuan.

Kearifan lokal menjadi kekuatan persaudaraan

Dalam konteks kehidupan masyarakat NTT, Yohanes menekankan bahwa kerukunan tidak hanya lahir dari aturan formal dan jaminan konstitusi.

Kerukunan juga tumbuh dari akar rumput melalui nilai-nilai sosio-kultural dan kearifan lokal yang telah mengikat masyarakat dalam hubungan persaudaraan melampaui batas agama dan suku.

Masyarakat NTT yang terdiri atas berbagai kelompok suku dan agama dinilai mampu merajut perdamaian melalui penguatan nilai budaya lokal.

Hubungan kekeluargaan dan adat menjadi salah satu kekuatan yang menjaga kehidupan bersama.

Dalam urusan perkawinan, kematian maupun kegiatan sosial lainnya, masyarakat dapat bergotong royong dan saling membantu tanpa menjadikan perbedaan agama sebagai sekat.

Moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari

Yohanes juga menyoroti praktik kehidupan beragama masyarakat NTT yang menunjukkan adanya semangat moderasi beragama secara alamiah.

Baca Juga :  Soroti Pasal Pengampunan Koruptor, Firman Soebagyo: Koruptor Jangan Diberi Jalan Keluar Lewat Denda