IKLAN

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Penanganan Longsor Bertahap di Sabuk Merah Sektor Timur Jamin Konektivitas Jalan Tetap Lancar

Avatar photo
IMG 20250125 WA0017

Kondisi topografi yang didominasi perbukitan,dan struktur tanah yang lemah ditambah dengan curah hujan yang tinggi  hampir sepanjang tahun di wilayah tersebut, menyebabkan sejumlah ruas jalan rawan longsor. Kondisi ini berdampak pada terganggunya arus transportasi di sepanjang jalan perbatasan tersebut.

IMG 20250124 WA0003
Foto – Penanganan longsor di ruas jalan Sadi-haekesak, lokasi desa Bauho-Tasifeto Timur

Direktorat jenderal Bina Marga melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT telah mengidentifikasi setidaknya ada 91 titik longsoran di sepanjang ruas jalan perbatasan wilayah Sabuk Merah sektor timur.

Advertisement
Ingin Punya Website?  Klik Disini!!!

Kepala Satuan kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 2, Fahrudin, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 Provinsi NTT, Zulkifli Arif,mengatakan Penanganan 91 titik longsoran tersebut tersebar di dua wilayah kabupaten Belu dan Malaka.

Berkat dukungan anggaran yang diberikan pemerintah, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menangani 65 titik longsor di sepanjang jalan perbatasan wilayah Sabuk Merah sektor timur dengan penanganan permanen hingga akhir tahun 2023. Namun, masih terdapat 26 titik longsor lainnya yang baru mendapatkan penanganan darurat atau sementara.

Baca Juga :  Jembatan Oesapa Siap dibangun, Konstruksi Bertahap hingga 2027