Pemerintah terus berkomitmen untuk mendukung penanganan longsor di wilayah tersebut dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp.32 miliar pada tahun 2024 yang diperuntukkan bagi penanganan longsor dan sejumlah paket preservasi jalan.
“Dalam anggaran tersebut, selain kegiatan preservasi terdapat juga paket penanganan longsor” ungkap Arif kepada tv-beritakota.com dalam wawancara, Jumat, (23/1/2024)
Untuk tahun 2025, pemerintah kembali mengalokasikan anggaran sekitar Rp.46 miliar untuk menangani 9 titik longsor di wilayah Sabuk Merah sektor timur.
Anggaran tersebut dibagi menjadi dua paket kegiatan yakni pertama senilai Rp.27 miliar akan digunakan untuk menangani enam titik longsor di ruas jalan Motaain-Henes, sedangkan paket kedua senilai Rp.19 miliar dialokasikan untuk menangani tiga titik longsor di ruas jalan Henes-Motamasin.
“Dengan anggaran yang ada, Pemerintah yang baru melanjutkan dan bahkan meningkatkan alokasi anggaran untuk menyelesaikan penanganan longsor di wilayah Sabuk Merah sektor timur tersebut, sehingga dapat menuntaskan penanganan hingga sekitar 80 titik longsor sampai akhir tahun 2025, dengan catatan tidak ada kejadian longsor baru” ungkapnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












