file_0000000045ac81fab54dfe29d6d4bbe8
previous arrow
next arrow

Penanganan Longsor Bertahap di Sabuk Merah Sektor Timur Jamin Konektivitas Jalan Tetap Lancar

Avatar photo
IMG 20250125 WA0017

tv-beritakota.com ( Atambua) Pembangunan jalan perbatasan sepanjang 179 kilometer yang menghubungkan wilayah Sabuk Merah sektor timur (dari Kabupaten Belu hingga Kabupaten Malaka), telah memberikan dampak signifikan terhadap wilayah tersebut.

Pelaksanaan jalan perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste ini sejalan dengan dukungan pemerintah terhadap penguatan batas- batas negara dan percepatan pembangunan di wilayah perbatasan.

Selain membuka akses ke wilayah-wilayah terisolir di perbatasan, pembangunan jalan ini juga terbukti mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan kata lain, konektivitas jalan di wilayah perbatasan menjadi penggerak utama pembangunan lintas sektor di kawasan tersebut.

IMG 20250125 WA0019
Foto – Penanganan longsor di ruas jalan Sadi-haekesak, lokasi desa Bauho-Tasifeto Timur

Meskipun pembangunan jalan perbatasan di wilayah Sabuk Merah sektor timur telah rampung pada tahun 2022 setelah dimulai pada tahun 2015, berbagai tantangan tetap muncul di lapangan.

Baca Juga :  Kedatangan Dubes Vatikan Untuk Indonesia, Mgr. Piero Pioppo disambut Wagub NTT