file_0000000045ac81fab54dfe29d6d4bbe8
previous arrow
next arrow

Di FGD MPR RI-UCB Kupang, Dr. Yohanes Tuba Helan Soroti Kearifan Lokal sebagai Perekat Kebhinnekaan NTT

Avatar photo
Dr.Yohanes Tuba Helan dalam FGD yang diselenggarakan MPR RI Kerjasama dengan UCB Kupang

Menurutnya, NTT terdiri atas berbagai kelompok masyarakat dengan latar belakang suku, agama, ras, etnis, bahasa dan budaya yang berbeda. Keragaman tersebut merupakan bagian dari realitas sosial masyarakat NTT sekaligus menjadi gambaran nyata penerapan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu.

Keragaman menjadi kekayaan masyarakat NTT

Dalam pemaparannya, Yohanes menjelaskan bahwa masyarakat NTT terdiri atas berbagai suku, antara lain Dawan, Tetun, Helong, Marae, Manggarai, Ngada, Ende, Lio, Sikka, Lamaholot, Kedang, Sumba, Rote, Alor, Abui dan Sabu.

Keragaman juga terlihat dari bahasa daerah, etnis, ras dan agama yang dianut masyarakat.

Ia mencatat adanya perbedaan data mengenai jumlah bahasa daerah di NTT. Menurut data Kantor Bahasa Nusa Tenggara Timur terdapat 72 bahasa daerah, sedangkan data Dinas Pendidikan Provinsi NTT menyebut 86 bahasa daerah.

Pulau Alor disebut sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan bahasa yang sangat tinggi, dengan sekitar 25 hingga 30 bahasa daerah.

Baca Juga :  Soroti Pasal Pengampunan Koruptor, Firman Soebagyo: Koruptor Jangan Diberi Jalan Keluar Lewat Denda