“Kita harus memastikan semua pranata—pemerintahan, sosial, adat, budaya, dan keagamaan—berjalan maksimal demi keberlangsungan hidup dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Di akhir kunjungan, Gubernur menitipkan pesan sederhana namun mendalam: menjaga solidaritas dan empati antar sesama.
Nilai gotong royong yang diwariskan para leluhur, menurutnya, adalah benteng sosial yang harus terus dirawat.
“Kita harus terus baku jaga, baku sayang, dan baku bantu. Pemerintah akan terus berbenah, dan kami berharap masyarakat juga saling menjaga satu sama lain,” pesannya.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang sejak awal mengawal peristiwa ini secara kritis dan berimbang.
“Terima kasih kepada rekan-rekan jurnalis yang telah memberi masukan dan kritik, sehingga kami bisa bercermin dan memperbaiki diri,” tutupnya.
Turut mendampingi Gubernur dalam kunjungan tersebut antara lain Bupati Ngada Raymundus Bena, Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Ende Dominikus Minggu Mere, Kepala Biro Umum Setda NTT , Agustinus Sigasare, unsur Forkopimda, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT.(*/Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











