IKLAN

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kunjungi keluarga YBR, Gubernur NTT akui masih banyak kekurangan yang harus dibenahi

Avatar photo
IMG 20260208 WA0004

“Kita harus memastikan semua pranata—pemerintahan, sosial, adat, budaya, dan keagamaan—berjalan maksimal demi keberlangsungan hidup dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Di akhir kunjungan, Gubernur menitipkan pesan sederhana namun mendalam: menjaga solidaritas dan empati antar sesama.

Advertisement
Ingin Punya Website?  Klik Disini!!!

Nilai gotong royong yang diwariskan para leluhur, menurutnya, adalah benteng sosial yang harus terus dirawat.

“Kita harus terus baku jaga, baku sayang, dan baku bantu. Pemerintah akan terus berbenah, dan kami berharap masyarakat juga saling menjaga satu sama lain,” pesannya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang sejak awal mengawal peristiwa ini secara kritis dan berimbang.

“Terima kasih kepada rekan-rekan jurnalis yang telah memberi masukan dan kritik, sehingga kami bisa bercermin dan memperbaiki diri,” tutupnya.

Turut mendampingi Gubernur dalam kunjungan tersebut antara lain Bupati Ngada Raymundus Bena, Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Ende Dominikus Minggu Mere, Kepala Biro Umum Setda NTT , Agustinus Sigasare, unsur Forkopimda, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT.(*/Red)

Baca Juga :  Kemenhub Pantau Arus Balik Nataru Di Kupang, Berjalan Aman dan Lancar