Gubernur Melki secara terbuka mengakui bahwa peristiwa ini menjadi cermin bagi pemerintah.
Sebuah pengingat keras bahwa masih ada pekerjaan besar yang belum tuntas, terutama dalam memastikan setiap keluarga mendapatkan perhatian dan perlindungan yang layak.
“Kami menyadari masih banyak kekurangan yang harus kami benahi. Kinerja kami harus diperbaiki agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah harus lebih peka dalam mengurus masyarakat, khususnya keluarga-keluarga yang berada dalam kondisi rentan.
Dalam keterangannya, Gubernur juga menyinggung komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk bekerja lebih serius dalam menangani persoalan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
“Kami mohon maaf dan mohon ampun. Ke depan, bersama Bapak Presiden dan para menteri, kami ingin bekerja lebih baik lagi dalam melayani masyarakat,” katanya.
Menurut Gubernur, tragedi ini juga menegaskan pentingnya peran seluruh pranata sosial.
Ia menekankan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Tokoh agama, tokoh adat, tokoh budaya, dan masyarakat luas harus berjalan bersama agar nilai-nilai kemanusiaan tetap hidup dan berfungsi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











