IKLAN

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

BBWS NT II Gelar Sosialisasi P3-TGAI 2026, Parlinggoman: Air Harus Dikelola Efisien untuk Dukung Ketahanan Pangan NTT

Avatar photo
file 000000003c3071fab192057d6b0537c1

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWS Nusa Tenggara II, Nahason Hariandja, S.T., M.T., mengatakan program ini sangat membantu pemerintah dalam memperbaiki jaringan irigasi tersier di tengah keterbatasan anggaran rehabilitasi.

Melalui pembangunan saluran dengan pasangan batu maupun lining beton, kehilangan air akibat rembesan dapat dikurangi sehingga distribusi air menuju lahan pertanian menjadi lebih optimal.

Advertisement
Ingin Punya Website?  Klik Disini!!!

“Yang paling penting bagi petani adalah air sampai ke sawah. Dengan saluran yang baik, air tidak lagi banyak hilang di perjalanan sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat,” ujarnya.

 

Perlu Penguatan Kelembagaan P3A

Nahason juga menilai penguatan kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) menjadi faktor penting dalam keberhasilan program.

Ia mengakui Komisi Irigasi di NTT saat ini belum berjalan optimal sehingga koordinasi antarinstansi perlu diperkuat.

Menurutnya, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, pemerintah daerah, serta BBWS NT II harus membangun sinergi agar pengelolaan air dan penentuan musim tanam dapat dilakukan secara terkoordinasi.

Baca Juga :  Pembangunan Long Segmen Jalan Soe-Kapan Segera Rampung & Dukung Kelancaran Transportasi di Wilayah TTS