IKLAN

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Persetubuhan Anak Bertahun-tahun di Sikka, Polisi Terima Laporan

Avatar photo
images 8
tv-beritakota.com  ( Maumere, 5 Januari 2025 )– Polres Sikka menerima laporan dugaan persetubuhan anak di bawah umur di Desa Habi, Kecamatan Kangae, pada Kamis, 2 Januari 2025 (pukul 12.58 WITA).  Kejadian bermula pada tahun 2016 dan berlangsung hingga Februari 2024.

Pelapor, P.P. (56 tahun), ibu korban O.A.M (18 tahun) , melaporkan Y.J. (53 tahun) atas dugaan persetubuhan anak yang terjadi berulang kali sejak 2016 (saat korban kelas 5 SD) hingga Februari 2024.

Perbuatan tersebut dilakukan di rumah pelaku di Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka.  Korban, merasa tertekan, melaporkan kejadian tersebut bersama ibunya ke polisi.

Advertisement
Ingin Punya Website?  Klik Disini!!!

Laporan polisi bernomor LP/B/2/I/2025/SPKT/POLRES SIKKA/POLDA NTT diterima atas dugaan persetubuhan berulang yang dilakukan pelaku di rumahnya.Ibu korban, P.P., berharap keadilan ditegakkan.

“Kami ingin keadilan ditegakkan untuk anak kami, agar tidak ada lagi korban seperti ini,” kata P.P, ibu korban, dengan penuh haru.

Foto – Polres Sikka Terima Laporan Kasus persetubuhan anak dibawah umur dengan Laporan polisi bernomor LP/B/2/I/2025/SPKT/POLRES SIKKA/POLDA NTT

Polres Sikka telah menerima laporan, membuat laporan polisi, dan meminta visum untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Sikka AKBP Hardi Dinata H.,S.I.K.,M.M.,melalui Kasubsi PIDM Humas IPTU Yermi Soludale, menyatakan akan menangani kasus ini secara serius, profesional, transparan, dan memberikan perlindungan maksimal kepada korban.

“Kami berkomitmen untuk memproses kasus ini secara transparan dan memberi perlindungan maksimal kepada korban,” ujar IPTU Yermi Soludale.

Kepolisian telah memeriksa saksi dan berkoordinasi dengan tim medis untuk memastikan kondisi korban dan penanganan hukum yang tepat.

Penyelidikan kasus ini terus berlanjut, dan masyarakat diharapkan mendukung proses hukum serta menjaga keamanan dan kesejahteraan anak-anak.

Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya peran serta masyarakat dalam melindungi anak dari kekerasan seksual, serta pentingnya proaktif melaporkan kasus serupa. (*/TM)

Baca Juga :  Empat Kru KM Putra Cantika Selamat, Sempat Terombang-ambing Akibat Mesin Rusak di Perairan Sikka