100 detonator disita, Polairud Polda NTT ungkap 6 wilayah rawan bom ikan

IMG 20250425 WA0013

Ditpolairud telah membentuk Bhabinkamtibmas Polair—petugas khusus yang bertugas memberikan edukasi ke masyarakat pesisir.

“Saat ini sudah ada 10 anggota yang ditempatkan di desa-desa pesisir untuk melakukan sosialisasi,” tambahnya.

Irwan menekankan bahwa dampak dari bom ikan bukan hanya kerugian ekonomi, tapi juga ekologis.

Terumbu karang yang rusak membutuhkan waktu hingga 20 tahun untuk pulih kembali.

“Kalau ini terus dibiarkan, kerugiannya bisa mencapai miliaran rupiah dan akan sangat merugikan generasi mendatang,” tutup Dirpolairud Polda NTT.

Dengan penindakan dan pencegahan yang terus dilakukan, Polairud Polda NTT berharap masyarakat berhenti melakukan praktik-praktik perusakan laut dan ikut menjaga ekosistem perairan demi keberlanjutan hidup bersama.(*/red)

Exit mobile version