Menurut Wilhelmus, Jembatan Oesapa Besar merupakan akses vital yang menghubungkan Kota Kupang menuju wilayah timur Pulau Timor hingga perbatasan Timor Leste.
“Jembatan ini merupakan jalur utama nasional. Dengan pembangunan jembatan baru diharapkan arus lalu lintas menjadi lebih lancar, kapasitas meningkat dan kemacetan dapat dikurangi,” jelasnya.
Ia menambahkan, jembatan yang saat ini memiliki keterbatasan kapasitas nantinya akan ditingkatkan sehingga mampu melayani dua arah lalu lintas dengan lebih baik.
Wilhelmus juga berharap kontraktor nasional dapat bersinergi dengan pelaku usaha lokal.
“Kami berharap kontraktor dapat bekerja sama dengan penyedia jasa lokal yang memiliki sumber daya peralatan, material maupun kuari sehingga manfaat pembangunan juga dirasakan masyarakat NTT,” ujarnya.
Acara penandatanganan kontrak turut disaksikan Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan BPJN NTT, Wilhelmus Sugu Djawa S.T, M.T, Kepala Seksi Preservasi, Rofinus Ngilo, S.T, PPK Pengawasan Satker P2JN , Priyo Hutomo,S.T, M.T, Direktur PT HMN Abdulrahman, Direktur PT Nanda Karya Putra Pratama, Charles Angkiriwang, serta sejumlah pejabat dan mitra kerja BPJN NTT.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












