“Karena di sana cukup terdampak parah, tahap awal sekarang kita identifikasi atau cek penampungan air hujan. Eksisting masyarakat di sana memang mengandalkan pemanfaatan air hujan dan banyak yang bocor,” katanya.
Jika ditemukan kerusakan, fasilitas PAH tersebut akan diusulkan untuk mendapatkan perbaikan.
Di tengah keterbatasan sumber air baku di Pulau Palue, pemerintah juga mencari alternatif sumber air lainnya.
Secara paralel, tim Balai Besar Wilayah Sungai (BWS) melakukan survei geolistrik untuk mengetahui kemungkinan keberadaan sumber air tawar.
Jika sumber air tawar ditemukan, pemerintah akan mempertimbangkan pembangunan sistem distribusi agar air dapat dimanfaatkan masyarakat.
Namun, jika sumber air tawar tidak ditemukan, salah satu alternatif yang mulai dibahas adalah pengolahan air laut atau desalinasi.
Rencana tersebut akan dikaji bersama pihak terkait, termasuk dengan melibatkan BRIN, terutama untuk memastikan sistem penyediaan air yang dibangun nantinya dapat dikelola secara berkelanjutan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














