Fasilitator Pamsimas tersebut ikut dimobilisasi untuk membantu penanganan tanggap darurat karena kegiatan mereka sebelumnya ikut terdampak oleh bencana.
Selain memperbaiki fasilitas, tim juga melakukan identifikasi terhadap kerusakan sarana air minum dan sanitasi untuk menentukan kebutuhan penanganan selanjutnya.
317 Lokasi Bangunan Diperiksa
BPBPK NTT turut melakukan quick assessment atau pemeriksaan cepat terhadap bangunan dan fasilitas publik yang terdampak gempa.
Pihaknya berkolaborasi dengan tim dari pemerintah pusat dan Satgas terkait untuk memeriksa berbagai bangunan, mulai dari gedung pemerintahan, fasilitas pelayanan publik, sekolah, tempat ibadah hingga fasilitas kesehatan dan rumah sakit.
Hingga 1 September 2026, pemeriksaan cepat telah dilakukan terhadap 317 lokasi, dengan total sekitar 801 massa bangunan.
Didik menjelaskan, satu lokasi dapat terdiri atas beberapa massa bangunan. Karena itu, jumlah massa bangunan yang diperiksa lebih banyak dibandingkan jumlah lokasi.
Hasil pemeriksaan kemudian menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut terhadap masing-masing bangunan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














