file_0000000045ac81fab54dfe29d6d4bbe8
previous arrow
next arrow

BPBPK NTT Perkuat Penanganan Pascagempa, Fokus Air Bersih, Sarpras hingga Asesmen Bangunan

Avatar photo
Kepala BPBPK NTT,DIDIK WAHYUDI
oplus_1024

Untuk bangunan pemerintahan dan fasilitas pelayanan publik, termasuk kantor bupati, kantor DPRD, mal pelayanan publik dan perpustakaan, penanganannya akan dilakukan melalui sektor Cipta Karya.

Sementara fasilitas kesehatan, tempat ibadah dan sejumlah fasilitas pendidikan akan ditangani melalui Satker Prasarana strategis.

Untuk sekolah umum, penanganannya akan dikoordinasikan dengan dinas pendidikan.

Pembagian tersebut dilakukan agar penanganan dapat berjalan terarah dan tidak terjadi tumpang tindih tanggung jawab.

Pulau Palue Jadi Perhatian Khusus

Selain penanganan di sejumlah kabupaten terdampak, BPBPK NTT juga memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan air bersih masyarakat di Pulau Palue, Kabupaten Sikka.

Wilayah tersebut mengalami dampak cukup berat sehingga pemerintah mencari solusi pemenuhan air bersih yang dapat digunakan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Langkah awal yang dilakukan BPBPK adalah memeriksa Penampungan Air Hujan (PAH) milik masyarakat.

Menurut Didik, masyarakat Pulau Palue selama ini banyak mengandalkan air hujan. Namun, sejumlah fasilitas penampungan mengalami kerusakan dan kebocoran akibat gempa.

Baca Juga :  Raih Akreditasi Unggul, Rektor Maxs: hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh civitas akademika Undana