Data tersebut dihimpun dari laporan kebutuhan masyarakat melalui posko-posko di lapangan.
“Per hari ini kita sudah melayani total sekitar 28.089 jiwa. Itu berdasarkan teman-teman di posko. Kami suplai air di sana sesuai jumlah masyarakat yang ada,” ujar Didik.
Pelayanan tidak hanya dilakukan di posko pengungsian terpadu. Mobil tangki juga berkeliling untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di lokasi lain yang membutuhkan pasokan air.
Perbaiki Sarana Air Minum dan Sanitasi
Tugas kedua BPBPK NTT adalah melakukan perbaikan terhadap sarana dan prasarana dasar yang terdampak gempa.
Didik mengatakan sebagian besar pekerjaan tersebut berkaitan dengan air minum dan sanitasi, termasuk jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), penampungan air, pompa dan fasilitas sanitasi lainnya.
Perbaikan dilakukan agar fasilitas pelayanan dasar yang terdampak tetap dapat berfungsi dan dimanfaatkan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, BPBPK NTT mengerahkan tim teknis serta melibatkan tenaga fungsional dan fasilitator Pamsimas yang berada di lapangan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














