Wali Kota juga menyampaikan bahwa kepemimpinan Kota Kupang lima tahun ke depan dipegang dengan prinsip “to govern is to serve” (memerintah adalah melayani).
Prinsip ini diwujudkan antara lain melalui Program Dana Pengaman Kesehatan di RSUD S.K. Lerik sebesar 3 miliar rupiah, yang memastikan pasien gawat darurat tetap dilayani meski tidak memiliki BPJS atau identitas.
Ia menyampaikan rasa syukur dapat hadir dan menyerahkan bantuan secara simbolis. Menurutnya, kemajuan Kota Kupang tidak lepas dari kontribusi para pendahulu, termasuk mantan Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh, yang disebutnya sebagai sosok senior yang dihormati.
“Kami yang muda ini mungkin enerjik dan inovatif, tetapi kebijaksanaan dan pengalaman adalah milik para senior. Karena itu, saya mengajak generasi muda untuk selalu meminta arahan dan nasihat dari mereka yang lebih dahulu berjuang,” tegasnya.
Ketua Majelis Jemaat GMIT Moria Liliba, Pendeta Elisabeth Radja Gah-Djara, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang sangat berarti bagi pembangunan Aula Serbaguna GMIT Moria Liliba.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












