“Pangan itu hak yang harus dimiliki oleh setiap orang. Allah menciptakan alam agar hasilnya dapat dinikmati secara layak dan pantas oleh siapa pun,” tegas Uskup.
Uskup mengajak umat untuk menghargai dan melestarikan pangan lokal, karena di dalamnya tersimpan nilai spiritual, budaya, dan kemandirian hidup.
“Semoga hari peringatan ini membangkitkan kesadaran kita untuk menghargai pangan lokal serta ikut berpartisipasi dalam melestarikan karya Allah,” tambahnya dengan penuh harapan.
Dalam sambutannya, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi keterlibatan Gereja dalam mendukung ketahanan pangan di NTT.
Ia menilai bahwa perayaan Hari Pangan Sedunia menjadi bukti nyata sinergi antara iman dan kehidupan sehari-hari.
“Pangan bukan hanya kebutuhan jasmani, tetapi juga tanda kasih Allah yang memberi hidup bagi seluruh ciptaan. Ketika kita menanam dan mengolah pangan dari tanah kita sendiri, kita ikut serta dalam karya penciptaan Allah,” ujar Gubernur Melki.
Ia juga menyoroti pentingnya pangan lokal bergizi sebagai fondasi ketahanan gizi keluarga dan masa depan generasi muda.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












