Ia mengakui tantangan topografi dan curah hujan tinggi di sepanjang jalur tersebut, khususnya dari arah Ruteng ke Cireng, merupakan salah satu penyebab utama keterlambatan proyek.
” Sekarang sedang perbaikan kerusakan yang masih tanggung jawab kontraktor dimasa pemeliharaan” katanya
“Secara garis besar semua item pekerjaan sudah selesai, baik pekerjaan aspal, Pekerjaan pasangan batu dan pekerjaan pelebaran tebing” tambahnya.
Proyek preservasi Jalan Labuan Bajo-Malwatar-Batas Kota Ruteng merupakan kontrak multi-years (MYC) yang dimulai pada 14 Agustus 2023 dan berakhir pada Desember 2024, dengan panjang efektif 92 kilometer dan 9.200 meter.
Adapun panjang ruas jalan yang ditangani oleh PPK 3.2 Provinsi NTT sepanjang 130,94 kilometer yang meliputi beberapa segmen, meliputi Labuan Bajo Simpang Tiga Waimata (2,81 Km), Simpang Tiga Jalan Waimata Malwatar (59,73 KM), Jalan Waimata, Kota Labuan Bajo (1,57 KM), Jalan Van Bekum, Labuan Bajo (0,75 KM), Jalan Yohanes Sahadun, Labuan Bajo (1,1 KM), Batas Kota Ruteng- Malwatar ( 61,22 KM ) dsn Jalan Komodo, Kota Ruteng (3,75 KM)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












