Ia juga meminta agar bagian kapal yang telah dipotong tidak langsung diangkat. Pemeriksaan bawah air harus dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan kondisi aman dan tidak ada lagi minyak yang keluar.
Lindungi Aktivitas Masyarakat Pesisir
Selain aspek keselamatan pelayaran, KSOP Kupang juga memberikan perhatian terhadap aktivitas masyarakat yang berada di wilayah terdampak.
Dari delapan titik dan 13 desa yang terdata, terdapat aktivitas budidaya masyarakat, termasuk budidaya rumput laut dan mutiara.
Salah satu lokasi budidaya rumput laut berada di sekitar bagian barat Pulau Semau, termasuk kawasan Pulau Kambing.
Simon mengatakan, lokasi tersebut telah mendapatkan penanganan dari pihak pelaksana, termasuk penyemprotan dan pembersihan terhadap minyak yang ditemukan di kawasan pesisir.
“Di dalam delapan titik dan 13 desa itu ada budidaya rumput laut dan budidaya mutiara. Itu yang menjadi konsen teman-teman pelaksana kegiatan,” ujarnya.
KSOP bersama instansi terkait masih menunggu hasil pemeriksaan dan pengujian sampel untuk memastikan sejauh mana dampak tumpahan minyak terhadap lingkungan dan biota laut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














