KSOP dan ASDP juga mempertimbangkan fungsi kapal RoRo yang tidak hanya mengangkut penumpang dan kendaraan pengangkut ternak.
Di dalam car deck terdapat kendaraan lain yang membawa logistik, termasuk kebutuhan pokok masyarakat dan bantuan untuk wilayah Flores yang terdampak gempa.
Karena itu, kendaraan pengangkut ternak harus diatur agar tidak mengambil ruang secara berlebihan.
“Di kapal RoRo itu tidak hanya mengangkut manusia, tetapi juga logistik. Jadi kendaraan yang mengangkut ternak tetap diakomodir, tetapi diatur agar tidak mengganggu ruang car deck, stabilitas kapal dan kenyamanan penumpang,” kata Simon.
Selain itu, aspek kebersihan dan sanitasi juga menjadi perhatian. Kotoran dan urine ternak harus ditangani sehingga tidak mencemari car deck, kendaraan lain maupun barang yang diangkut.
Untuk itu, operator kapal diminta menyediakan reception facility, yaitu fasilitas untuk menampung dan menangani kotoran atau limbah ternak selama proses pengangkutan.
“Yang masih kurang sesuai dari evaluasi kemarin adalah reception facility. Harus ada peralatan untuk menampung kotoran atau limbah dari ternak. Itu sudah kami sarankan kepada operator untuk disediakan,” jelas Simon.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














