“Penanganan ini sudah berjalan sejak April. Tidak harus sampai Desember. Kalau masyarakat sudah tidak membutuhkan lagi, sarana yang digunakan akan kami ambil kembali,” jelasnya.
Ia menerangkan, sarana yang digunakan merupakan aset yang dipinjamkan untuk mendukung penanganan darurat. Oleh karena itu, penggunaannya bersifat sementara dan akan disesuaikan dengan kebutuhan di lokasi penerima layanan.

Apabila kebutuhan air di suatu wilayah telah tertangani dan masyarakat tidak lagi membutuhkan dukungan tersebut, sarana akan ditarik kembali untuk dapat digunakan sesuai kebutuhan penanganan lainnya.
Sasar Kebutuhan Masyarakat dan Lahan Pertanian
Penanganan kekeringan ini tidak hanya berfokus pada kebutuhan air masyarakat, tetapi juga memperhatikan sektor pertanian, khususnya lahan persawahan yang mengalami kekurangan pasokan air.
Melalui penyediaan mobil tangki air, pompa air, dan sarana pendukung lainnya, BBWS NT II berupaya membantu memenuhi kebutuhan air di lokasi yang membutuhkan penanganan.
Bernadeta menambahkan, sebagian penanganan tanggap darurat di sejumlah lokasi telah diselesaikan. Sementara itu, kebutuhan yang masih berlangsung akan ditindaklanjuti berdasarkan laporan masyarakat dan data yang tersedia.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














