Beberapa langkah konkret ditegaskan:
Tour guide wajib memiliki lisensi dan memahami aspek keselamatan wisatawan.
Pemeriksaan berkala terhadap kapal yang tak memenuhi standar kelaikan.
Larangan berlayar malam hari di wilayah rawan kecelakaan.
Ditpolairud Polda NTT melalui Marnit Labuan Bajo juga akan mengintensifkan patroli, melakukan ramp check bersama instansi terkait, serta membuka ruang pengaduan masyarakat.
Semua alat keselamatan—life jacket, life buoy, hingga APAR—harus tersedia dan berfungsi, bukan sekadar pelengkap.
Sinergi lintas sektor disebut sebagai kunci menuju zero accident di perairan Manggarai Barat.
Polri, pemerintah, dan pelaku usaha dituntut bergerak dalam satu irama. Tidak saling menunggu. Tidak saling menyalahkan.
Labuan Bajo telah dikenal dunia sebagai destinasi bahari kelas atas. Kini, tantangannya adalah memastikan reputasi itu berdiri di atas fondasi keselamatan yang kuat.
Karena destinasi hebat bukan hanya soal panorama—tetapi juga tentang jaminan pulang dengan selamat.(*/Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












