IKLAN

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Undana Kukuhkan Tiga Guru Besar, Rektor Tegaskan: AI Tak Bisa Gantikan Nurani Akademik

Avatar photo
IMG 20260409 WA0005

Menurut Rektor, guru besar bukan sekadar penyampai ilmu, melainkan arsitek pemikiran manusia—yang mampu mengubah data menjadi kebijaksanaan, dan informasi menjadi makna.

Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah disrupsi teknologi, kampus harus tetap menjadi ruang humanisasi—bukan sekadar produksi pengetahuan instan.

Advertisement
Ingin Punya Website?  Klik Disini!!!

Tak sekadar seremoni, pengukuhan tiga Guru Besar ini diperkaya dengan orasi ilmiah yang kuat, membumi, dan relevan dengan persoalan nyata di NTT.

Prof. Linda W. Fanggidae dalam orasi ilmiahnya menyoroti kegagalan banyak desain modern yang mengabaikan perilaku sosial.

Ia membandingkan proyek perumahan Pruitt-Igoe di Amerika Serikat yang runtuh secara sosial, dengan “Kios Angalai” di NTT yang justru hidup sebagai ruang interaksi.

Pesannya tegas: arsitektur yang berhasil bukan yang megah, tetapi yang memahami manusia.

Di sisi lain Prof. Wiliam Djani dalam orasinya menguliti persoalan stunting dari sisi struktural. Ia menegaskan bahwa akar masalah bukan semata kekurangan dana, melainkan lemahnya sinergi antar lembaga.

Baca Juga :  Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Apresiasi kemajuan fisik pembangunan gedung FKKH Undana