Ia mendorong perubahan paradigma—dari pendekatan administratif menjadi pemberdayaan masyarakat, dengan pemerintah sebagai fasilitator, bukan sekadar pelaksana program.
Di bidang sains, Prof. Zakaria Seba Ngara menghadirkan terobosan melalui karbon nanodots (K-dots) berbahan kulit buah naga dan lengkuas.
Inovasi ini tidak hanya berpotensi meningkatkan produktivitas tanaman, tetapi juga menjadi jawaban atas tantangan energi dan pangan berbasis sumber daya lokal.
Di balik capaian ilmiahnya, tersimpan kisah personal yang menyentuh. Di tengah perjuangan melawan masalah kesehatan, ia menyebut pengukuhan ini sebagai “mukjizat”—sebuah energi baru untuk terus berkarya bagi kemanusiaan.
Pemerintah daerah NTT pun menyambut positif pengukuhan tiga Guru Besar Undana ini.
“Kepakaran para guru besar dinilai menjadi modal penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di NTT—mulai dari infrastruktur, kesehatan, hingga energi terbarukan” ungkap Gubernur NTT, Melki laka Lena dalam sambutannya.
Melalui momentum ini, Undana menegaskan satu pesan kuat:
bahwa kemajuan ilmu pengetahuan tidak boleh menjauhkan manusia dari nilai-nilai kemanusiaan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












