tv-beritakota.com (Kupang) – Suksesi kepemimpinan di Universitas Nusa Cendana (Undana) tahun 2025 menjanjikan persaingan yang menarik.
Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Max U.E. Sanam., M.Sc., telah membuka pintu bagi seluruh dosen yang memenuhi syarat untuk berkompetisi, tanpa memandang gender, suku, agama, atau ras.
Hal ini menciptakan peluang emas bagi para akademisi perempuan Undana untuk menunjukkan kapabilitasnya di kancah kepemimpinan tertinggi universitas.
Nama-nama seperti Prof. Jefri Bale, Prof. Apris Adu, Prof. Melky Taneo, dan Prof. Philipus De Rosary telah ramai diperbincangkan. Namun, munculnya dua figur perempuan berpengaruh, yaitu Wakil Rektor I, Prof. Annytha Detha, dan Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Dr. Cristina Lada, menambah dinamika persaingan.
Kehadiran mereka menunjukkan pergeseran positif menuju representasi yang lebih inklusif dalam kepemimpinan Undana.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












