Rektor Max sendiri secara tegas menekankan kesetaraan kesempatan. Dengan adanya Wakil Rektor I dan setidaknya dua Dekan perempuan yang dinilai memenuhi syarat administratif, peluang bagi perempuan untuk memimpin Undana terbuka lebar.
“Kini, keputusan ada di tangan para akademisi perempuan tersebut: apakah mereka akan mengambil kesempatan bersejarah ini untuk maju atau tidak? Pertanyaan ini semakin menarik mengingat meningkatnya jumlah dosen perempuan di Undana dan di senat” ungkap Rektor Max dalam wawancara, Rabu ( 9/4/2025) di Undana
Rektor Max dengan tegas menolak segala bentuk diskriminasi berbasis suku, agama, ras, atau gender. Beliau menekankan bahwa yang terpenting adalah kualitas kepemimpinan dan visi yang dibutuhkan Undana untuk bersaing di kancah global.
Kenyataan meningkatnya jumlah dosen perempuan di Undana dan di senat, yang juga memiliki kompetensi mumpuni, menciptakan dinamika baru yang menarik.
Wakil Rektor II, Prof. Paul Tamelan, yang juga sebagai pembina SDM Undana mengungkapkan potensi besar para akademisi perempuan Undana, khususnya Prof. Annytha Detha dan Dr. Kristina Lada, yang telah menunjukkan kapabilitasnya di level manajemen. Keduanya dinilai sangat potensial untuk memimpin Undana.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












