Untuk membantu siswa beradaptasi dengan kehidupan berasrama, pihak sekolah menempatkan guru maupun wali asrama di setiap kamar.
Pendampingan dilakukan agar anak-anak terbiasa dengan lingkungan baru, memahami penggunaan fasilitas, serta membangun kedisiplinan sejak hari pertama.
Selain itu, sekolah juga akan memetakan kemampuan akademik setiap siswa sebelum proses pembelajaran dimulai. Langkah tersebut dilakukan karena latar belakang kemampuan peserta didik berbeda-beda, sehingga membutuhkan pola pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Sementara itu, sejumlah siswa/i baru, Safira Liunima Quinta’o, Maria Olivia Renata Soares dan Manuel Benro Dacrus mengaku senang sekaligus terharu dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat. Mereka menyatakan siap tinggal di asrama dan bertekad belajar dengan sungguh-sungguh.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Gubernur, Bapak Bupati dan semua pihak yang sudah menghadirkan Sekolah Rakyat. Kami akan belajar dengan baik agar bisa meraih cita-cita,” ujarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












