Rektor Maxs menekankan bahwa keberhasilan meraih akreditasi Unggul merupakan buah dari kerja keras dan kolaborasi seluruh civitas akademika Undana.
“Tanpa dukungan semua civitas akademika, tanpa semua prodi, dukungan dari dekan, biro, serta mahasiswa dan alumni, kita tidak bisa mencapai seperti ini,” ungkap Rektor Maxs.
Di balik diraihnya akreditasi Unggul oleh Undana tandas Rektor, bukan sekadar mencari label, melainkan representasi dari pencapaian standar akademik tertinggi, bahkan melampaui standar yang ditetapkan.
Rektor Maxs mengakui bahwa akreditasi Unggul merupakan capaian yang prestisius, mengingat jumlah perguruan tinggi di Indonesia yang mencapai sekitar empat ribu, namun hanya sebagian kecil yang berhasil meraih akreditasi ini.
” Beberapa perguruan tinggi lain di kawasan timur Indonesia yang telah meraih akreditasi Unggul selain Undana yaitu Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dan Universitas Udayana (Unud) Bali” katanya.
Lebih lanjut, Rektor Maxs menjelaskan bahwa akreditasi Unggul ini menuntut Undana untuk senantiasa meningkatkan kualitas di berbagai aspek. Hal ini meliputi peningkatan kualitas pembelajaran, penyempurnaan kurikulum, peningkatan kualitas dosen, dan pemenuhan standar sarana dan prasarana sesuai dengan standar nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












