“Kita ingin memastikan bahwa program makan gratis ini benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak, dengan menu yang beragam dan memenuhi standar gizi seimbang,” ujar Pj. Gubernur.
Sebagai contoh, ia menyebutkan menu yang ideal harus mencakup karbohidrat, protein, dan vitamin, seperti yang terlihat pada menu yang disajikan di SD Katolik St. Yoseph Noelbaki yang terdiri dari nasi, telur, pisang, dan kemungkinan tambahan sorgum atau jagung sebagai sumber karbohidrat, tahu sebagai sumber protein nabati, serta pisang sebagai sumber vitamin dan mineral.
Pj. Gubernur Andriko menekankan pentingnya edukasi dari guru tentang manfaat program makan gizi gratis bagi kesehatan anak, khususnya pentingnya mengonsumsi sayur.
Ia berharap program ini, yang dijalankan melalui 749 SPPG di NTT, dapat segera diimplementasikan secara optimal untuk mengatasi masalah stunting.
” Kita berharap keseluruhan program ini melalui keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di 749 titik yang tersebar di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dapat segera kita implementasikan segera mungkin. Kami ingin NTT di prioritaskan karena NTT memang memiliki jumlah stunting paling tinggi kedua di Indonesia. Hari ini dengan makan bergizi gratis kita ingin ini bisa kita selesaikan. Jadi masyarakat yang hidup sehat, aktif dan produktif untuk generasi emas 2045, berangkat dari program makan bergizi gratis seperti yang kita laksanakan hari ini,” kata Andriko.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












