FGD Internalisasi Pancasila di NTT: Senator Abraham Liyanto Soroti Tata Kelola Pemerintahan dan Kesenjangan Pembangunan

file 000000000a6071fa98c98be19b405fd3

Wachid menilai persoalan implementasi Pancasila tidak dapat semata-mata disebut sebagai kegagalan sistem. Namun, nilai-nilai baik yang hidup dalam masyarakat belum sepenuhnya digali dan dijadikan dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Ia juga menyoroti praktik politik elektoral yang kerap menyeret kepentingan-kepentingan jangka pendek sehingga mengaburkan semangat kebangsaan yang seharusnya menjadi landasan utama pembangunan.

“Dialog-dialog seperti ini penting untuk mengembalikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus meredam berbagai kepentingan yang dapat mengganggu persatuan nasional,” katanya.

Terkait tata kelola pemerintahan daerah, Wachid menekankan perlunya desain besar hubungan antara pemerintah pusat dan daerah yang benar-benar berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Menurutnya, penguatan hubungan pusat dan daerah harus mampu mengurangi dominasi kepentingan politik jangka pendek dalam penyelenggaraan pemerintahan, sehingga pembangunan dapat lebih berorientasi pada kepentingan rakyat.

Exit mobile version