Ia mengingatkan bahwa pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi digital berpotensi menggerus pemahaman generasi muda terhadap ideologi bangsa jika tidak diimbangi dengan pendidikan dan sosialisasi yang berkelanjutan.
Karena itu, Abraham mendorong agar penguatan nilai-nilai Pancasila kembali diintegrasikan secara lebih sistematis dalam dunia pendidikan dan berbagai program pembangunan nasional.
Sementara itu, Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Setjen MPR RI, Dr. Wachid Nugroho, mengatakan hasil FGD tersebut akan menjadi bahan penting bagi Badan Sosialisasi MPR RI dalam memperkuat strategi pemasyarakatan Empat Pilar Kebangsaan.
Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah adanya kesenjangan pemahaman antar generasi, mulai dari generasi milenial, Generasi Z hingga Generasi Alpha.
“Kita harus memperkaya substansi dan metode sosialisasi. Pendekatan kepada setiap generasi tentu berbeda. Karena itu, diperlukan inovasi melalui digitalisasi, diskusi publik, hingga penyusunan buku-buku sederhana yang mudah dipahami masyarakat,” jelasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
