Progres Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Mena Capai 20 Persen, Konstruksi Saluran jauh lebih Baik, produktivitas pertanian meningkat

file 0000000038fc720783c9ead566866a75

Yan menegaskan sistem pengairan DI Mena tetap mengandalkan gravitasi sehingga distribusi air ke lahan pertanian tidak memerlukan pompa.

Ia juga menjelaskan bahwa dimensi saluran tidak dibuat seragam, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan debit air dan luas areal yang dilayani pada masing-masing lokasi. Apabila dalam pelaksanaan ditemukan kebutuhan tambahan di lapangan, maka penyesuaian dapat dilakukan melalui justifikasi teknis.

Dengan progres pekerjaan yang masih terus berjalan, masyarakat berharap rehabilitasi DI Mena tidak hanya menghasilkan bangunan yang kokoh, tetapi juga mampu mendistribusikan air secara merata sehingga produktivitas pertanian di Kabupaten Timor Tengah Utara dapat meningkat secara berkelanjutan.(Pas)

Exit mobile version