Namun, ia menilai dampak nyata pembangunan tersebut baru bisa diukur setelah pekerjaan selesai dan air benar-benar mengalir ke seluruh areal persawahan.
“Kalau sekarang kami belum bisa menggambarkan dampaknya secara keseluruhan karena pekerjaan masih berjalan. Minimal setelah selesai dan air sudah masuk ke sawah, baru bisa dilihat manfaatnya. Harapan kami tentu hasil pertanian petani bisa lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Lidia memperkirakan jaringan irigasi DI Mena memiliki potensi melayani sekitar 4.000 hektare sawah, yang terbagi masing-masing sekitar 2.000 hektare di sisi kiri dan 2.000 hektare di sisi kanan.
Masukan Soal Elevasi Saluran
Selain mendukung pelaksanaan rehabilitasi, Pemerintah Desa Oepuah Selatan juga memberikan sejumlah masukan kepada konsultan dan pelaksana pekerjaan terkait elevasi dasar saluran.
Menurut Lidia, karena sistem irigasi DI Mena mengandalkan aliran gravitasi, dasar saluran sebaiknya tidak dibuat terlalu rendah dibanding permukaan lahan sawah. Sebab, jika elevasi terus turun, dikhawatirkan air akan sulit menjangkau lahan yang berada lebih tinggi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
